ETIKA MAKAN DAN MINUM PERSPEKTIF HADIS DAN IMPLIKASI TERHADAP SISTEM PENCERNAAN
DOI:
https://doi.org/10.55148/j15tjg96Keywords:
Hadith, Ethics, Prophetic Etiquette (the Prophet’s Manners) & Digestive System.Abstract
Hadis-hadis Nabi SAW memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai fungsi al-Qur’an tidak hanya sebagai petunjuk hidup, tetapi juga sebagai sarana pengobatan bagi jasmani dan rohani. Lebih dari itu hadis tersebut juga ditemukan dalam kitab ṣaḥῑḥ muslim kitab induk disebut sebagai literatur dalam bidang hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis hadis-hadis yang berkaitan serta mempunyai korelasi implikasi terhadap sistem pencernaan, serta memahami relevansi dalam konteks pengobatan Islam modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis tematik terhadap hadis-hadis yang terdapat dalam kitab (kitab induk). Analisis dilakukan dengan menelusuri sanad dan matan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis larangan makan dan minum sambil berdiri menunjukkan anjuran adab yang lebih utama, bukan larangan mutlak, karena terdapat riwayat sahih yang menunjukkan kebolehan dalam kondisi tertentu. Secara kesehatan, posisi duduk dinilai lebih nyaman dan mendukung proses pencernaan, meskipun bukti ilmiah belum sepenuhnya konklusif. Dengan demikian, ajaran Nabi SAW menegaskan pentingnya adab, kehati-hatian, dan fleksibilitas dalam praktik kehidupan sehari-hari.
References
Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid Nada. Ensiklopedi Adab Islam Menurut al-Qur’an dan As-Sunnah (Jakarta: Pustaka Imam As-Syafi’i.
al-Nawāwῑ Imām, Syarah Shahih Muslim. Beirūt: Dārul Ma’rifah, t.h
Baharun Mohammad. Buku Pintar Hadist. Jakarta: Qibla, 2016.
Endang Soetari. Problematic hadis (Mengkaji Paradigma Periwayatan), Bandung: Gunung Jati Press, 1997.
Erland Ananditya Nurrahman dan Muhammad Roif Althaf, “Sunnah Makan dan Minum Dengan Posisi Duduk dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan Tubuh” Jurnal Islamic Education, Vol. 1, No. 4, 2023
Muhammad as-Sayyid Abdul Basit. Pola makan Rasulullah, Terj M. Abdul Ghaffar, M. Iqbal Haetami dan M. Yasir Muthalib Jakarta: Alfa, 1997.
Muslim ibn al-Ḥājjāj Abū al-Ḥasan al-Qushayrī al-Nayṣabūrī, al-Musnad al-Ṣaḥīḥ al-Mukhtaṣar bi Naql al-‘Adl ‘an al-‘Adl ilā Rasulillāh SAW, juz 3 (Bairut: Dār Iḥyā’ al-‘Arabī, tt), 1600.
Rahmadi. Pengantar Metodologi Penelitian (Banjarmasin: Antasari Pres, 2011.
Rahman Fatchur. Ikhtisar Musthalahul Hadis, Bandung: PT. Ma’arif, 2005.
Rasidi Imron. Sukses Menulis Karya Ilmiah Pasuruan:Pustaka Sidogiri,1429.
Yusuf Qardhawi dan al-Ghazali. Fiqh Jihad: Sebuah Karya Monumental Terlengkap Jakarta: Pustaka Azzam, 2005.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

